10 Nov 2008

Detik-Detik Eksekusi Trio Bali Bomber












Rabu, 5 November 2008:

Trio bomber terpidana mati, Amrozi, Mukhlas alias Ali Gufron, dan Imam Samudra diberi tahu bahwa eksekusi akan dilakukan 3x24jam sejak pemberitahuan.

Sabtu, 8 November 2008 :
Hujan deras mengguyur Nusakambangan, tempat Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra dipenjara.
Adzan Isya berkumandang, mereka sholat disel masing-masing.

Pukul 22:00
Enam pejabat Lapas Batu yang dikawal sipir pengurus para teroris, tanpa polisi menyampaikan kabar penting kepada Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra.
Satu-persatu sel super maximum security mereka yang berdampingan didatangi. Mereka menyampaikan kabar, bahwa satu jam lagi hukuman mati akan dilaksanakan.
Mereka menjawab: "Insya Allah siap. Tapi jangan disakiti".
Tidak ada teriakan atau seruan perlawanan apapun.

Pukul 22:05 - 23:05
Mereka mandi, berwudu, menyambut tim eksekutor dengan memakai setelan gamis putih, celana panjang setumit warna gelap, dan peci putih. Sandal jepit warna putih dan alas kaki biru menemani langkah mereka. Rambut dan janggut mereka biarkan terurai.
Mereka membaca doa menanti detik-detik penjemputan.

Pukul 23:05
Mereka dijemput, diserahkan kepada anggota Brimob. Tangan mereka diborgol kearah depan, kaki dirantai. Mereka meminta agar mata jangan ditutup. Tidak ada perlawanan. Saat itulah tiba-tiba Amrozi memekikkan takbir, diikuti Imam dan Mukhlas.
Sekitar lima kali mereka bertakbir. Anggota Brimob membujuk agar mereka tidak teriak keras-keras dan dijawab Amrozi dengan berseloroh "Nggak apa-apa pak, kita ini kan hanya ngusir setan". Brimob itu diam. Tidak ada respon dari napi lain.

Pukul 23:05-23:15
Mereka keluar melewati lima pintu.
Semua lancar. Mereka diapit satu-satu persatu, tanpa ada yang diseret ataupun dipaksa.
Urutannya adalah Amrozi, Imam, dan Mukhlas. Mereka tidak membawa Al Quran ataupun tasbih. Amrozi terlihat paling pucat. Tidak ada ucapan perpisahan dengan para sipir.
Begitu didepan lapas, menanti mobil dan tiga ambulance. Mereka langsung masuk ke mobil Mitsubishi Strada dijok tengah.
Delapan personel bersenjata lengkap mengawal.

Pukul 23:15-00.15
Iring-iringan mobil bergerak, menuju lokasi eksekusi yang letaknya dibekas Lapas Nirbaya, sekitar enam kilometer arah selatan Lapas Batu.
Sampai dilokasi, mereka ditempatkan diposisi yang sudah diatur sebelumnya.
Posisi masing-masing, dengan regu tembak menghadap kedepan, yaitu Amrozi dibagian kiri, Imam ditengah, dan Mukhlas dikanan.

Regu penembak telah siap. Masing-masing menghadapi duabelas penembak jitu.
Dari masing-masing grup penembak, tidak semuanya memakai peluru tajam. Tanpa ada anggota yang tahu, senjata siapa yang sebenarnya berisi peluru kosong. Hal ini untuk menghilangkan stress atau gangguan kejiwaan dari penembak yang mungkin muncul setelah eksekusi.

Amrozi, Imam, dan Mukhlas menolak memakai penutup mata.

Pedang komandan eksekusi diturunkan, dan.. Duarr duarr duaarr!!
Selesai sudah perjalanan hidup trio Bali bomber ini.
Mereka sempat bertakbir, menunduk dan memejamkan mata saat ditembak.

Pukul 23:15
Mereka dinyatakan tewas dengan masing-masing satu tembakan.
Jenasah lalu dibungkus kantong mayat warna kuning, dimasukkan ke keranda bambu sederhana, ditutupi kain mori, dan diletakkan dibagian belakang Mitsubhisi Strada.

Pukul 02:00
Kerabat Amrozi dan Mukhlas, yaitu Ali Fauzi dan Syuhadi datang dan melakukan proses memandikan, mengkafani, dan menyalati.

Pukul 06:06
Helikopter terbang membawa mereka.
Dalam suasana yang cukup tegang, terjadi insiden. Polisi berseragam melihat dua orang diatas tower disebelah utara-timur lapas Batu. Posisi itu saat dekat dengan helipad.
Padahal helikopter yang memuat jenazah tiga orang tersebut belum tinggal landas.
Khawatir terjadi sabotase, polisi tersebut menembakkan tembakan peringatan untuk menyuruh dua orang tersebut turun.
Belakangan, diketahui ternyata dua orang tersebut adalah polisi juga.
Mereka anggota komunikasi elektronik yang sedang memasang jammer untuk mengacak sinyal Handphone. (berbagai sumber)

1 komentar:

Novee said...

waduh, lengkap bgt ya ternyata..
baru baca urutan laporannya di sini

Label's

Blog Archive

What's up doc?



Tebak Hari Lahir

When were you born?

Stat's

Powered by Blogger.

Followers


 

Design by Blogger Buster | Distributed by Blogging Tips